Daniel di Istana Babel (Daniel 1:1-21)

Pendahuluan (Ayat 1:1-2)
Raja Nebukadnezar yang ada dalam kisah Daniel ini adalah Raja Nebukadnezar II yang memerintah sekitar tahun 605–562 SM di Kerajaan Kasdim. Kerajaan Kasdim ini menguasai daerah Ancient Near East (ANE) kurang lebih 1 abad lamanya. Sebelum kerajaan ini menjadi besar, daerah ANE dulunya dikuasai oleh bangsa Asyur, yakni bangsa yang mengalahkan Israel Utara dan membuang bangsa tersebut dan tidak pernah kembali lagi. Bangsa Kasdim menyatakan diri merdeka dari Asyur pada tahun 626 SM oleh rajanya yang pertama Nabopolassar, ayah Raja Nebukadnezar. Selain Asyur dan Kasdim, salah satu bangsa yang juga kuat pada masa itu adalah Mesir. Mesir sempat menjajah Yehuda tetapi kemudian Mesir dikalahkan oleh Kasdim.

Setelah bangsa Israel Utara dihukum Tuhan dengan pembuangan oleh Asyur, Israel Selatan (Yehuda) tidak juga bertobat dari jalan-jalan mereka yang jahat karena itu Allah juga melakukan hal yang sama kepada Yehuda. Yehuda dikalahkan oleh Bangsa Babel yang mulai Berjaya dan sangat kuat dan memiliki daerah kekuasaan yang sangat luas. Pembuangan Yehuda oleh Babel terjadi 3 gelombang dalam 3 pemerintahan raja Yehuda. Yosia (memerintah selama 31 tahun) Yoahas (memerintah selama 3 bulan), dipecat raja Mesir.

Urutan raja-raja Yehuda menjelang dan pada waktu pembuangan:
• Yoyakim (memerintah selama 11 tahun), raja jahat ~ pembuangan 1
• Yoyakhin (memerintah selama 3 bulan 10 hari), raja jahat ~ pembuangan 2
• Zedekia (memerintah selama 11 tahun), raja jahat ~ pembuangan 3

Narasi ini menjelaskan bahwa pada waktu Babel mengalahkan Yehuda Nebukadnezar mengambil perkakas-perkakas yanga ada di Bait Allah. Menurut catatan kuno mengenai tradisi pada waktu itu, pengambilan perkakas-perkakas rumah penyembahan serta dewa-dewanya merupakan hal yang biasa terjadi pada waktu itu. Hal tersebut dilakukan untuk menunjukkan bahwa allah bangsa yang peralatan penyembahannya diambil dinyatakan telah kalah sehingga alat-alat bahkan patung-patung yang mereka punyai turut diambil. Jadi pengambilan perkakas rumah Allah oleh Nebukadnezar bukan sekedar karena benda-benda tersebut terbuat dari emas dan kelihatan indah melainkan untuk menyatakan kemenangannya atas Allah bangsa Yehuda.

Bagian awal dari kitab ini, dalam pembacaan pada masa tersebut, menyatakan bahwa Allah Yehuda telah ditaklukkan oleh allah Bangsa Babel yang besar sehingga Allah Israel tidak bisa lagi berbuat apa-apa. Namun keseluruhan Kitab ini berbicara lain. Kekalahan Yehuda bukanlah kekalahan Allah Israel melainkan karena mereka telah memberontak kepada Allah. Allah merelakan reputasi namaNya direndahkan oleh karena kekalahan bangsa Israel tetapi Allah Israel, sepanjang kitab Daniel, tampil sebagai Allah yang berkuasa, Allah yang tidak dapat dikalahkan dan Allah yang tidak membiarkan seorangpun memegahkan diri dan mencuri kemuliaanNya. Raja-raja Babel yang besar menerima hukuman dari Allah Israel karena mereka tidak menghormati Allah yang Mahabesar dan melanggar kekudusanNya.

Ayat 3-7
Bangsa yang dibuang ke Babel adalah bangsa Yehuda (Israel Utara), karena itu istilah yang sering digunakan untuk menyebut bangsa tersebut adalah “Yehuda” (8x disebutkan). Sementara itu istilah “Israel” digunakan 4x saja dan 3x digunakan hanya dalam doa Daniel saja. Satu-satunya penggunanaan istilah Israel diluar doa Daniel (Dan 9) adalah ayat 3, yang memiliki konteks pemilihan beberapa orang dari kaum bangsawan yang baik dalam segala hal untuk disiapkan untuk melayani di istana Babel. Penggunaan istilah ini memang terkesan agak asing dari konteks Kitab Daniel yang justru lebih sering menggunakan istilah Yehuda. Kemungkinan tujuan penulis menggunakan istilah Israel berhubungan dengan umat perjanjian Allah, karena dalam doa Daniel (pasal 9) istilah Israel memiliki makna umat Allah yang telah mengikat perjanjian dengan Allah Abraham, nenek moyang mereka.

Istilah Israel menjadi penting dan ditekankan oleh penulis untuk menegaskan 4 orang muda yang terpilih untuk melayani istana Babel adalah orang-orang yang memegang teguh perjanjian Allah mereka dengan umatNya. Jadi orang-orang terbaik yang dipilij oleh Aspenas, kepala sida-sida Babel tersebut adalah keturunan Yehuda tetapi orang Israel, yang berarti umat perjanjian Allah. Pesan lain yang kuat ditekankan oleh penggunaan istilah Israel adalah theology of remnant, yakni: ditengah-tengah Yehuda yang meninggalkan Allah hingga Allah menghukum mereka, terdapat beberapa orang, dari keturunan raja atau kaum bangsawan Yehuda yang masih memegang teguh iman mereka dan memelihara perjanjian dengan Allah Israel. Atau dapat juga dikatakan bahwa orang-orang terbaik dalam berbagai aspek (tidak ada sesuatu cela, berperawakan baik, memahami berbagai-bagai hikmat, berpengetahuan banyak, memilki pengertian tentang ilmu, cakap bekerja) justru adalah orang-orang yang setia kepada Allah Israel dan tidak meninggalkan perjanjianNya.

Empat orang-orang Yehuda yang terpilih dalam kelompok yang dipersiapkan untuk melayani di Istana adalah Daniel, Hananya, Misael dan Azarya. Nama-nama ini adalah nama Ibrani yang maknanya berhubungan dengan Allah. Daniel berarti “Allah adalah hakimku” atau “Allah telah menghakimi,” Hananya berarti “Yahweh telah beramah tamah,” Misael berarti “Dia yang adalah Allah,” dan Azarya berarti “Yahweh telah menolong.” Nama-nama 4 orang muda ini sangat indah dan menyatakan kebesaran dan hubungan umat Allah dengan Allahnya. Namun setelah mereka “ditangkap” dan dididik untuk menjadi pelayan Raja Babel, maka Aspenas mengganti nama-nama Ibrani itu menjadi nama-nama Kasdim yang juga berhubungan dengan dewa-dewa yang disembah orang Kasdim. Nama Daniel diganti menjadi Beltsazar (Dewa Bel menjaga hidupnya), Sadrakh kemungkinan berarti “aku sangat ketakutan kepada Dewa Marduk,” Mesakh tidak terlalu jelas artinya tetapi berhubungan dengan Dewa Marduk atau Dewa Mithras, Abednego berasal dari kata Abed-Nabu yang berarti “hamba Dewa Nabu.”

Meskipun nama keempat pemuda dari Yehuda tersebut diganti dengan nama-nama Kasdim, bahkan berhubungan dengan nama dewa-dewa mereka, iman keempat anak muda tersebut tidak tergantikan oleh dewa-dewa tersebut. Iman mereka tetap kepada Allah Yahweh meskipun mereka telah diberi nama baru yang kafir oleh penguasa pada waktu itu. Seluruh Kitab Daniel menunjukkan bahwa keempat orang ini begitu tangguh di dalam iman dan memanifestasikan kehadiran Allah yang begitu nyata dalam hidup mereka.

Ayat 8-16
Ayat 6-7 menyebutkan 4 orang nama, kemudian di ayat 8, tiba-tiba yang disebutkan berketetapan tidak menajiskan diri dengan santapan raja hanyalah Daniel. Tetapi ayat 11 kembali menyebutkan lagi keempat nama pemuda tersebut dan ketetapan untuk makan dan minum terpisah dari hidangan raja diberlakukan kepada mereka berempat. Jadi Daniel adalah pemimpin di antara mereka berempat karena itulah yang disebutkan menghadap pemimpin pegawai istana dan mendisukusikan hal ini hanya Daniel saja.

Apa yang salah dengan santapan dan minuman raja Babel sehingga Daniel dan teman-temannya melihat bahwa makan makanan tersebut berarti menajiskan diri mereka? Kata menajiskan dalam bahasa aslinya adalah gaal yang biasanya digunakan berhubungan dengan darah (Yes 59:3; 63:3; Rat 4:14), berhubungan dengan persembahan yang najis (Mal 1:7, 12) dan berhubungan juga dengan keimaman yang tidak sesuai dengan peraturan bagi seorang imam (Ezra 2:62; Neh 7:64). Dengan demikian maka Daniel dan teman-temannya menolak makanan dan minuman raja berhubungan dengan hukum Taurat Musa. Menurut Taurat Musa makanan digolongkan sebagai makanan tahir bukan saja karena makanan tersebut dari hewan-hewan yang tergolong tahir saja tetapi juga bagaimana proses hewan tahir tersebut disiapkan menjadi hidangan termasuk bagaimana hewan tersebut mati/ dibunuh. Daniel dan teman-temannya merasa perlu untuk menjaga diri mereka tetap benar dihadapan Tuhan sehingga mereka meminta makanan vegetarian. Vegetarian mencegah mereka memakan daging yang mereka tidak tahu apakah proses pembuatannya sesuai dengan hukum Musa atau tidak. Tetapi hal ini menunjukkan betapa mereka serius dengan kekudusan mereka sebagai umat perjanjian Allah.

Permintaan Daniel pada awalnya tidak diterima oleh pemimpin pegawai istana karena ia khawatir bahwa Daniel dan teman-temannya terlihat kurang sehat dibandingkan dengan orang-orang yang turut dididik bersama-sama dengan mereka. Oleh karena itu Daniel meminta permintaan mereka diuji coba selama 10 hari. Permintaan Daniel ini diselingi oleh narrator dengan ayat 9 yang menyatakan bahwa Allah menyertai Daniel dan teman-temannya. Pemimpin pegawai istana itu menerima permintaannya karena “Allah mengaruniakan kepada Daniel kasih dan sayang dari pemimpin pegawai istana itu.” Jadi kerinduan mereka untuk hidup sesuai dengan perintah Allah dapat terjadi karena Allah sendiri yang turut intervensi dalam proses perijinan tersebut. Akhirnya dilakukanlah percobaan kepada 4 pemuda ini dengan memberikan sayur dan air sebagai ganti makanan dari hidangan raja.

Setelah lewat 10 hari, masa percobaan yang telah disepakati, maka hasilnya adalah keempat orang itu lebih baik perawakannya dan lebih gemuk. Apakah vegetarian lebih gemuk dari orang-orang yang makan daging? Bagian ini sedang tidak mengatakan bahwa vegetarian lebih baik dari pada makan daging, karena bangsa Israel dalam perayaan-perayaan mereka makan daging dan minum anggur, bahkan para imam selalu mendapat bagian dari korban-korban yang dipersembahkan kepada Allah. Sehingga narasi ini tidak bisa ditafsirkan sebagai ayat-ayat yang mendukung vegetarian lebih baik, atau Daniel dan teman-temannya menjadi gemuk karena mereka hanya makan sayur-sayuran saja. Narasi ini ingin menegaskan penyertaan Tuhan kepada keempat orang Yehuda yang mau memelihara hukum Tuhan di tengah-tengah situasi yang sulit, mereka tidak mau kompromi tetapi juga tidak konyol. Mereka meminta ijin dan menyepakati waktu uji coba dan ternyata Allah menolong mereka sehingga di ayat 16, narrator mengatakan bahwa pemimpin pegawai istana itu melihat bukti bahwa mereka tetapi sehat bahkan lebih baik sehingga makanan mereka tetapi dikhususkan hanya sayuran dan air saja.

Ayat 17-21
Interfensi Allah kembali muncul dalam narasi ini, khususnya pada bagian kesimpulan. Daniel dan teman-temannya adalah orang-orang yang takut akan Allah, mereka menghormati Allah dan hukum-hukumnya. Dalam tradisi Yahudi (khususnya dalam Amsal) takut akan Allah adalah awal atau permulaan dari pengetahuan. Pengetahuan dan kepadaian tidak berasal dari diri manusia sendiri melainkan dari Allah. Hikmat yang sejati tidak berawal dari arogansi manusia atas kemampuannya yang meneliti dan mencari pengetahuan sendiri, melainkan pemberian Allah. Karena itulah empat anak-anak Tuhan ini diberikan Allah pengetahuan dan kepandaian bahkan Daniel mengapatkan pengertian mengenai penglihatan dan mimpi. Pada pasal 2, Daniel mengakui bahwa kemampuan mengerti mimpi dan artinya bukanlah kemampuannya melainkan pemberian Allah saja yang berkenan menyatakan rahasia-rahasia tersebut kepada manusia. Dengan demikian Daniel mengakui sepenuhnya bahwa apa yang ada pada dirinya semata-mata adalah karunia Allah.

Setelah lewat waktu pendidikan untuk melayani di Istana, semua peserta didik itu menghadap Nebukadnezar dan diuji kemampuannya. Dari hasil ujian tersebut didapati bahwa Daniel, Hananya, Misael dan Azarya adalah orang-orang unggulan yang memiliki kemampuan tak tertandingi bahkan narasi mengatakan bahwa mereka 10 kali lebih cerdas bukan dari para siswa didikan tersebut saja tetapi dari seluruh orang pandai di kerajaan Babel. Narator menegaskan bahwa orang-orang terpandai di seluruh Babel adalah orang-orang Yehuda, yakni 4 orang pemuda yang tetap memelihara iman dan hukum Tuhan serta memelihara perjanjian Allah dengan umatNya Israel.

Bagian penutup (ayat 21) menyimpulkan awal dan akhir dari pelayanan Daniel di pembuangan. Ia turut dibuang ke Babel oleh raja Nebukanezar, raja yang mengangkut Israel ke pembuangan. Ia dipakai dan diangkat oleh Nebukadnezar sebagai pejabat kemudian raja-raja Media dan Persia juga mengangkatnya sebagai pejabat hingga Raja Koresh, yakni raja yang memerintah pada waktu Israel kembali ke Yerusalem. Hikmat dan kepandaiannya diakui sejak awal pembunagan hingga pembuangan bangsa Yehuda tersebut berakhir.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.