Hukum Taurat: Hukum ke-1

"Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan."
Dalam bahasa Ibrani ayat ini ditulis demikian “I YHWH YOUR GOD” dan tidak ada kata kerja sama sekali yang menghubungkan kata-kata tersebut. Sehingga kalimat ini memberikan suatu ambiguitas apa yang sebenarnya ingin disampaikan. Ada 2 kemungkinan arti dari I YHWH YOUR GOD yang dimaksudkan:
1. I am YHWH YOUR GOD - mengidentifikasikan siapa yang berbicara (who is the speaker)
2. I YHWH am YOUR GOD - Menjawab pertanyaan siapakah Allah Israel (who is Israel’s God)

Orang Israel telah mengenal siapa Allah mereka karena Allah telah memperkenalkan siapa Dia sebelumnya. Jadi yang lebih tepat adalah kemungkinan no 1. who is the speaker. Sehingga kalimat pendahuluan ini mengandung makna bahwa Allah adalah Allah yang membebaskan Israel dari Mesir. Ia memberikan hukum ini bukan supaya mereka diselamatkan dari perbudakan di Mesir tetapi Allah telah membebaskan mereka. Sehingga Allah memberikan hal tersebut karena mereka sudah diselamatkan. Jika ditarik hingga konteks kekristenan maka sama seperti Musa membebaskan Israel, maka Yesus juga membebaskan orang-orang percaya dari perbudakan dosa. Sebagai prolog maka seluruh hukum-hukum yang akan disebutkan kemudian adalah prinsip-prinsip yang berkaitan dengan hubungan antara Yahweh dengan manusia, namun dalam konteks sempit, Israel.

“Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.”
Perintah ini sebenarnya mengandung makna kepemilikan dalam hubungan. Sebab istilah yang sama digunakan untuk menyatakan ikatan dalam perkawinan (Ulangan 24:2, 4; Hak. 14:20, 2 Sam. 12:10; Hos. 3:3; Ruth 1:13) dan untuk menetapkan perjanjian antara Allah dan Israel (Kej. 17:7 ; Kel 6:7;. 19:4-6; Lev. 11:45, 22:33, 25:38, 26:12, 45; Bil. 15:41; Ul. 26:17-18; 29:12 ; Yer 7:23;. 11:4, 24:7, 30:22, 25 (31:1); 31:32 (33); 32:38; Yeh. 11:20, 14:11, 36:28 ; 37:23, 27; Hos 1:9;. Za. 8:8.). Oleh karena itu perintah ini memperingatkan bahwa perjanjian dengan mengakui dengan cara atau bentuk apa orang lain menerima sebagai dewa. Israel Tuhan menuntut tanpa kompromi dan loyalitas eksklusif.

Tujuan dari perintah ini adalah Allah sendiri menghendaki untuk selalu menjadi yang utama dan terutama di antara umat-Nya serta memiliki otoritas yang penuh atas mereka. Untuk mencapai hal ini Allah memerintahkan manusia untuk berdiri jauh dari semua ketiadaan rasa hormat dan takhayul yang bisa mengurangi atau mengaburkan kemuliaan keilahian-Nya. Untuk alasan yang sama ia memerintahkan kita untuk menyembah dan memujanya dengan kesalehan yang benar. Karena kita hanya bisa "memiliki" Tuhan jika dan hanya jika pada saat yang sama kita merangkul atributNya. Oleh karena itu Ia melarang kita untuk memiliki dewa-dewa asing, apapun bentuknya,sehingga tidak pindah apapun yang lain selain Dia. Tidak boleh ada satu pun di dunia ini yang boleh sejajar denganNya.

bersambung...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.