Eksposisi Injil Yohanes 1:1-2 --- Logos dan Theos

"1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. 2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah."
Bagian ini merupakan salah satu catatan Alkitab yang sangat terkenal mengenai Yesus yang adalah Firman (Logos). Bagian yang singkat ini ditulis oleh Yohanes dalam suatu ketelitian yang luar biasa untuk memberikan makna yang sangat mendalam serta memberikan suatu ketegasan makna dalam teologia Kristen. Sehingga Kristus, fondasi dan inti iman kristen, menjadi kokoh menghadapi serangan para bidat dan liberalisme yang meragukan ke-Allah-an Yesus Kristus.

Catatan: Demi pengkajian yang detil dan teliti maka penulis terpaksa menggunakan bahasa asli dan terjemahan bahasa Inggris karena keterbatasan bahasa Indonesia dalam menjelaskan bagian ini.

Ἐν ἀρχῇ (in the beginning) ἦν (was) ὁ (the) λόγος (Word)
In the beginning (pada mulanya) mengingatkan pembaca Injil ini kepada kalimat pembuka kitab pertama PL., “In the beginning God created the heavens and the earth.” Kata yang digunakan dalam terjemahan LXX (Septuaginta) sama persis dengan yang digunakan oleh Yohanes. Kitab Kejadian menggunakan kata tersebut untuk mengacu kepada penciptaan segala sesuatu, oleh karena itu penggunaan yang sama oleh Yohanes merujuk/ beralusi pada tema yang sama, yakni penciptaan. Perbedaannya adalah Kej. 1:1 menggunakan kata kerja “menciptakan,” setelah in the beginning, yakni suatu karya atau pekerjaan Allah menciptakan langit dan bumi. Sementara itu dalam Injil Yohanes karya penciptaan seperti yang dimaksud oleh Kitab Kejadian baru dijelaskan di ayat 3. Jadi Yohanes sebenarnya menjelaskan makna In the beginning lebih mundur dari pada kitab Kejadian. Ia ingin mengatakan bahwa Ada yang sudah berada (exist) sebelum Allah melakukan pekerjaan penciptaan tersebut, yakni eksistensi Logos. Ἐν ἀρχῇ ἦν (was) ὁ λόγος menerangkan Logos adalah Being yang eksis pada mulanya, sebelum segala ciptaan ada.

Setelah Ἐν ἀρχῇ Yohanes menggunakan kata benda dengan definite article (ὁ λόγος, bukan hanya λόγος). Penggunaan definite article sangat signifikan karena Yohanes ingin menunjukkan bahwa Logos adalah Person. Oleh karena itu kata in the beginning dalam bagian ini mengacu pada "era" sebelum penciptaan ada, sebelum segala sesuatu ada maka Logos telah menjadi awal dari segalanya. Apa yang disebut ada, tidak ada dengan sendirinya tetapi “menjadi ada” karena diciptakan, sementara Logos tidak diciptakan dan Ia ada (exist) dengan sendirinya. Justru Dialah yang membuat apa yang ada menjadi ada. Leon Morris menyimpulkannya “there never was a time when Logos was not, there never was a thing that did not depend on him in its existence.” Siapakah Logos itu menurut kalimat ini? Logos dapat dimengerti dari hubungan tema dalam penggunaan Ἐν ἀρχῇ dalam Yoh 1:1 dan Kej 1:1. Dalam Kej 1:1 Aktor penciptaan adalah Allah (אֱלֹהִים) sementara dalam Yoh 1:3 yang dinyatakan sebagai aktor penciptaan alam semesta adalah Logos. Maka dapat disimpulkan bahwa Logos dalam Yoh 1:1 adalah Allah Pencipta langit dan bumi yang sama dengan Allah di dalam Kej 1.

καὶ (and) ὁ λόγος (the Word) ἦν (was) πρὸς (toward/ fellowship with) τὸν (the) θεόν (God)
Lebih lanjut Sang Logos, dengan definite article, dijelaskan telah mempunyai persekutuan/ bersama-sama (fellowship) bersama dengan Sang Theos (dengan definite article) juga dalam konteks in the beginning.

Sebelumnya telah dijelaskan bahwa Logos dalam Yoh 1:1 adalah אֱלֹהִים (baca: Elohim) pencipta yang dalam terjemahan LXX menggunakan ὁ θεὸς (nominative – subject). Logos (Firman) adalah Theos tetapi sekarang Yohanes mengatakan bahwa Sang Logos atau Sang Firman (The Word) sejak pada mulanya, bersekutu dengan The God (Sang Allah). Apakah Yohanes inkonsisten dengan penjelasan sebelumnya? Disinilah penggunaan definite article menjadi sangat signifikan. Logos, dengan definite article, adalah Pribadi yang eksis sejak kekal dan Theos, dengan definite article, juga adalah Pribadi yang sudah eksis pada waktu Logos eksis. Keduanya sudah eksis sebelum Logos menciptakan segala sesuatu. Jadi The God dan The Word adalah 2 Pribadi yang telah eksis sebelum segala sesuatu ada.

Kata πρὸς secara umum memiliki arti to, toward, with. Namun dalam penggunaannya, kata ini dapat memiliki beberapa arti tergantung pada konteks penggunaannya. Konteks penggunaan kata ini secara umum terbagi menjadi 3 bentuk pemakaian, yaitu
(1). with the genitive to the advantage of, necessary for Ac 27:34.
(2). with the dative near, at, by Mk 5:11; Lk 19:37; John 18:16; 20:11f; around Rv. 1:13.
(3). with the accusative.

Dalam Yoh 1:1 kata πρὸς digunakan dengan accusative (τὸν θεόν), namun penggunaan dengan accusative masih memiliki 7 bentuk pengertian salah satunya adalah dalam menjelaskan relasi. Yohanes secara spesifik dan teliti menempatkan kata πρὸς with the accusative in company untuk menunjukkan bahwa Logos dan Theos eksis bersama-sama sejak pada mulanya dan bukan saja eksis tetapi Logos dan Theos berada dalam suatu persekutuan yang khusus. Hal ini didukung oleh bentuk penggunaan yang sama dalam bagian Alkitab yang lain: Are not His sisters here with us? (Mar 6:3); Every day I was with you (Mar 14:49); at home with the Lord (2 Kor 5:8); wished to keep with me (Fil 13); he eternal life, which was with the Father (1 Yoh 1:2). Karena itu Carson mengatakan πρὸς (baca:pros) may mean ‘with’ only when person is with person, usually in some fairly intimate relationship. And that suggests that John may already be pointing out, rather subtly, that the ‘Word’ he is talking about is a person, with God and therefore distinguishable from God, and enjoying a personal relationship with him.”

καὶ (and) θεὸς (God) ἦν (was) ὁ λόγος (the Word)
Dalam hubungan dengan Kej 1:1 telah disimpulkan bahwa Logos adalah Elohim (teks Ibrani) atau Theos (LXX) yang menciptakan langit dan bumi. Namun dalam Yoh 1:1, Yohanes kembali menegaskan pengertian tersebut secara eksplisit. Bagian ketiga dari kalimat ini menjelaskan bahwa Pribadi Logos adalah Allah. Apa perbedaannya dengan kalimat sebelumnya? Di sini Yohanes tidak menggunakan definite article sehingga Theos bukan mengacu kepada Pribadi Theos melainkan esensi/ substansi Theos. Penjelasan yang detil ini memang tidak terlau jelas terlihat dalam Alkitab terjemahan bahasa Indonesia yang secara struktur bahasa tidak menggunakan definite article.

Melalui teks ini Yohanes ingin mengatakan bahwa The Word ada sejak semua sebelum segala sesuatu ada, Ia bereksistensi sejak dalam kekekalan dan Ia bukan ciptaan. Dalam eksistensi yang kekal tersebut The Word bersama-sama dengan The God dalam persekutuan yang khusus dan kekal. Adanya persekutuan antar The Word dan The God menunjukkan bahwa keduanya berbeda (dapat dibedakan). Tetapi The Word sama dengan The God dalam satu hal yakni ke-Allah-an. The Word dan The God adalah God yang mengacu pada kesamaan esensi, yakni esensi Allah.

οὗτος ((this one/ he) ἦν (was) ἐν ἀρχῇ (in the beginning) πρὸς (toward/ fellowship with) τὸν θεόν (the God)
Ayat 2 ini seperti sebuah pengulangan dari Ayat 1 bagian kedua. Perbedaannya adalah di ayat 2 ada penambahan “in the beginning.” Pengulangan ini dilakukan oleh Yohanes supaya para pembaca sungguh-sungguh mengerti apa yang ia maksudkan pada ayat 1. Alasan lain yang disebutkan para ahli mengenai pengulangan fellowship antara Logos dan Allah adalah eksistensi keduanya adalah in the beginning, namun keduanya tidak beroposisi. Jadi Logos dan Allah bukanlah dewa-dewa yang saling berperang satu dengan lain. Logos dan Allah eksis dan berada dalam persekutuan yang harmonis sejak dari kekekalan.

DOWNLOAD PDF

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.