Perumpamaan Pembangun Rumah (Matius 7:24-27)

Matius 7:27-27
Teks (versi TB):
24"Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. 25 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. 26 Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. 27 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya."


Teks di atas saya buat di dalam beberapa proposisi sebagai berikut:
(1)Setiap orang mendengar perkataan Yesus dan melakukannya sama seperti
(homoiwthesetai) orang bijaksana (tunggal)mendirikan rumahnya di atas batu
(2)Orang bijaksana mendirikan rumah di atas batu
(3)Datang hujan, banjir dan angin melanda rumah orang itu
(4)Tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu
(5)Setiap orang mendengar perkataan Yesus dan tidak melakukannya sama seperti
(homoiwthesetai) orang bodoh (tunggal) mendirikan rumahnya di atas pasir
(6)Orang bodoh mendirikan rumah di atas pasir
(7)Datang hujan, banjir dan angin melanda rumah itu
(8)Dan rumah itu rubuh dan hebat kerusakannya

Dari proposisi (1)-(8) menghasilkan 6 proposisi baru berikut:
(9)Setiap orang sama-sama (memiliki kesempatan sama) mendengar perkataan Yesus (1&5)
(10)Namun terjadi dua respon berbeda: ada orang yang melakukan perkataan Yesus dan
ada orang yang tidak melakukan perkatan Yesus (1 & 5)
Proposisi(9) dan (10) adalah pengajaran perumpamaan yang diumpamakan "sama seperti" narasi perumpamaan berikut:
(11)Ada dua macam orang sama-sama mendirikan rumah (2 & 6)
(12)Namun terjadi dua pilihan fondasi berbeda di dalam mendirikan rumah: yang satu
memilih di atas batu dan yang satu lagi memilih di atas pasir (2 & 6)
Kemudian:
(13)Ada bencana (hujan, banjir dan angin) yang melanda kedua rumah itu (3 & 7)
(14)Dan terjadi dua kejadian berbeda: rumah di atas batu tidak rubuh dan rumah di
atas pasir rubuh dan rusak (4 & 8)

Dari proposisi (9)-(14) akan menghasilkan 2 kesimpulan proposisi berikut:
(15)Orang yang mengantisipasi atau mempersiapkan diri menghadapi bahaya bencana
adalah orang bijaksana (11, 12, 13 & 14)
(16)Orang yang tidak mengantisipasi atau mempersiapkan diri menghadapi bahaya
bencana adalah orang bodoh (11, 12, 13 & 14)
Kemudian:
(17)Orang yang mendengar perkataan Yesus dan melakukannya adalah orang yang bisa
mengantisipasi atau mempersiapkan diri menghadapi bahaya bencana dan dia disebut
orang bijaksana (9, 10 & 15)
(18)Orang yang mendengar perkataan Yesus dan tidak melakukannya adalah orang yang
tidak bisa mengantisipasi atau mempersiapkan diri menghadapi bahaya bencana dan
dia disebut orang bodoh (9, 10 & 16)

Aplikasi:
1.Orang kristen yang melakukan perkataan Yesus dalam hidupnya lebih terlatih memberi respons yang tepat dan benar ketika menghadapi krisis di dalam hidupnya sekarang.
2. Sebaliknya, orang Kristen yang tidak melakukan perkataan Yesus dalam hidupnya tidak dapat memberi respons yang tepat bahkan hancur ketika menghadapi kriris di dalam hidupnya.
3.Perumpamaan ini mengajarkan suseptibilitas seorang murid terhadap krisis. Seorang pengikut Kristus dengan mudah memberi respon terhadap badai bukan karena kemampuan dirinya tetapi karena dengan anugerah berdiri di atas perkataan Yesus. Perkataan Yesus memberinya kekuatan ketika diterpa badai atau krisis kehidupan.
4.Perumpamaan ini menjadi peringatan kepada orang Kristen yang tidak melakukan perkataan Yesus, walaupun dia sudah sering mendengar perkataan Yesus selama bertahun-tahun. Fondasi filsafat hidup yang kelihatan mudah dan indah akan menghancurkan hidup secara hebat saat diterjang badai kehidupan.
5.Perumpamaan ini menjadi penghiburan bagi pelaku firman sebaliknya menjadi peringatan bagi yang tidak melakukan firman Yesus. Khotbah Yesus di bukit diakhiri dengan peringatan sekaligus juga penghiburan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.